YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO
October 13th, 2008 by akhsin98Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.
Saya membandingkan keserakahan kita , yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki kita.
“Usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana , kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak”
Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya untuk lebih SUPER.
Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan
kamu bilang, “Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman
neh !
Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, “Aduh bisnya
kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak
melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu
bilang, “Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”. Maka kamu membiarkan bis
keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke
kantor.
Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat
masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu
salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju ! Dan kau
baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.
Moral dari cerita ini: sering kali seseorang menunggu orang yang
benar-benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada
orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak
akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’, tapi tidak ada
salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata
memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’
! dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung
pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu,
dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong,
kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu,
kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu,
agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena
menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan
sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu ???